Afrika…Benua yang Terlupakan
February 25th, 2007 by recognize-urself
Gambar ini diambil dari news.bbc.co.uk/24 Februari 2007
Bissmillah….
Semoga
Allah ridho dengan apa yang tertulis di secarik kertas putih ini…………
Wajah Manis Saudaraku Berlapis
Duka
Layar monitor itu menampilkan foto-foto saudaraku di Afrika.
Seorang bocah kurus yang berada dalam dekapan ibunya. terbaring lemah dengan
senyum gigi putihnya yang cemerlang. Menatap tegas kearah kamera. Seakan ingin
menunjukan kepada dunia tentang mereka.
…” Ini Kisah tentang
Kami…
Bocah Afrika
kulit hitam yang kurus namun perut tetap membuncit karenamenderita busung
lapar. Kami masih bisa tersenyum…dunia.! Tangan kecil ini akan merengkuh
kebahagian. Kami dijanjikan oleh Sang Pemilik Janji yang paling Hakiki yang tak
akan pernah melanggar Janji. Kami takkan selalu menderita. Tiap penderitaan
kami akan terbayar. Kelak jika tidak di dunia indah penuh kesemuan ini terbayar
maka kami akan mendapatkannya di dunia yang tak akan pernah punah karena derita
kelaparan, pembunuhan, korupsi dan keserakahan.
Ingatkah…akan sahabat Rasulullah Bilal bin Rabah ? Yang demi
mempertahankan aqidahnya rela disiksa dengan dijemur ditengah matahari terik
dengan batu besar yang dihimpitkan di dadanya. Tiada yang keluar dari mulutnya
kecuali..Ahad, Ahad! Allah yang Satu…,Allah Yang Satu…!
Sahabat yang kukagumi keistiqomahannya. Entah kenapa, saat
melihat bocah-bocah Afrika itu aku tiba-tiba teringat akan sosoknya. Yang
ketika masjid Nabawi selesai dibangun, dialah yang pertama kali mengumandangkan
azan. Dengan suaranya yang merdu, atas permintaan Rasullah…Semoga Allah SWT
melimpahkan rahmat atasNya, dan orang-orang berkumpul dan kemudian sholat.
Akankah Bilal-Bilal muda lahir dari ibu-ibu Afrika yang begitu
teguh dan sabar dengan penderitaannya ?
Afrika …benua yang katanya mengandung emas dan intan. Daerah
yang diperebutkan Belanda dan Inggris hingga harus ada batasan wilayah Inggris
dan Belanda.
Benua hitam..,hanya karena mayoritas penduduknya adalah orang-orang
negro dengan rambut keriting dan peradaban terbelakang. Lekat dengan dunia
mistik, voodoo, mantra, dukun. Masih sangat tertinggal dengan teknologi dan
senantiasa dilanda perang saudara. Perang kekuasaan antar suku, berebut menjadi
pemimpin. Pemimpin tanah berdebu..tanpa mempertimbangkan betapa banyak darah
yang tertumpah, betapa banyak anak-anak yang kehilangan ayah. Isteri yang
ditinggal mati oleh suaminya, seorang adik perempuan yang tak tahu dimana
keberadaan kakak laki-lakinya, paman yang tak tahu dimana keponakannya.
Duniakah
yang kejam..? Atau nafsu
kekuasaan yang tak tahu diri ? Begitu banyak yang hilang untuk mendapatkan
yang tidak pasti…sangat absurd…melenakan namun tidak nyata.
Sementara generasi penuh harapan yang dengan siap menyongsong
masa depan kini hidup beralaskan kulit dan sedikit daging karena asupan gizi
yang tak memadai. Jangan salahkan mereka jika tak bisa membangun bangsanya…jangan
hina mereka untuk sesuatu yang mereka inginkan tapi mereka justru harus
tertatih-tatih menyongsongnya. Jangan salahkan mereka Karena sikapnya yang
kasar karena setiap hari bocah kecil itu harus bertarung dengan orang dewasa
untuk memperebutka makanan yang dilempakan PBB melalui helicopter. Dan jangan kasihani mereka Karena engkau melihat
mereka tanpa kaki merangkak di depanmu. Itu karena mereka harus merelakannya
sebagai tumbal ranjau darat yang dipasang di area bermain mereka.
Sekarang…..! Haruskah kita tenang, duduk santai di rumah sambil
menyeruput teh hangat.., hang out bareng teman di mall
hanya sekedar ketawa-ketiwi, menggoda orang-orang yang lewat…
Setidaknya sisihkan rasa simpati kita buat mereka. Bocah-bocah itu
saudara kita, mungkin kelak kita akan bermain bersama mereka. Membagi tawa dan
duka bersama………………
Saat kupandang wajah saudaraku di bbcnews.co.uk at 180506